Selasa, 06 Mei 2014

Tugas 4


LAPORAN KEUANGAN DAPAT MEMILIKI POTENSI UNTUK MENYESATKAN SELAMA PERIODE PERUBAHAN HARGA

Ketidak akuratan pengukuran ini mendistorsi :
1.    proyeksi keuangan yang didasarkan pada data seri waktu historis 
2.    anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja 
3.    data kinerja yang tidak dapat mengisolasi pengaruh inflasi yang tidak dapat dikendalikan 
Laba yang dinilai lebih pada gilirannya akan menyebabkan :
·         Kenaikan dalam proporsi pajak 
·         Permintaan dividen lebih banyak dari pemegang saham
·         Permintaan gaji dan upah yang lebih tinggi dari para pekerja
·         Tindakan yang merugikan dari negara tuan rumah (seperti pengenaan pajak keuntungan yang sangat besar).

A.    Pengaruh Inflasi pada Perusahaan
Inflasi mempengaruhi posisi keuangan dan kinerja suatu perusahaan, misalnya manajer dapat mengambil keputusan operasional yang tidak efisien jika ia tidak memahami pegaruh inflasi. Dalam kaitan dengan posisi keuangan, asset keuangan akan berkurang nilainya selama inflasi karena berkurangnya daya beli. Oleh karena itu, diperkenalkan alternatif sistem akuntansi inflasi, yaitu general purchasing power accounting dan current value accounting.
B.    Alternatif Pengukuran Akuntansi
1.    General Purchasing Power (Akuntansi Daya Beli Umum)
General purchasing power accounting meliputi semua sistem yang dirancang untuk menjaga real purchasing power dari modal pemilik perusahaan dengan akuntansi untuk perubahan dalam tingkat harga. Filosofi utama adalah melaporkan asset, liabilities, pendapatan, dan expense dalam unit moneter dan daya beli yang sama. Menurut GPP bagian non keuangan dalam laporan keuangan dinilai ulang untuk mencerminkan suatu kesamaan daya beli atau common purchasing power umumnya pada akhir tanggal neraca. Sedangkan untuk laporan keuangan asset dan liabilities yang berupa aktiva lancar tidak disesuaikan karena biasanya stabil dalam periode daya beli 31 Desember, namun asset lain, pendapatan dan biaya harus disesuaikan.
2.    Current Value Accounting (Akuntansi Arus Nilai Saat Ini)
CVA meliputi semua sistem untuk menghitung nilai sekarang atau perubahan dalam harga khusus mencakup current cost accounting, replacement accounting dan current exit price accounting / selling price accounting. CVA berkaitan dengan naik turunnya nilai asset tertentu bukan menurunnya daya beli sekarang, income tidak dipertimbangkan. Ada dua pendekatan utama dalam CVA. Pertama, current cost / replacement cost (Biaya Pengganti) yang banyak digunakan dalam asset nonmoneter yakni asset dinilai pada apa yang dikorbankan untuk menggantikannya. Kedua, current exit price / selling price / net realiable value (Biaya Penjualan) menilai asset pada tingkat harga penjualan dikurangi biaya pelengkap penjualan. CVA berakibat dalam holding gains dan kerugian saat asset nonkeuangan dinilai ulang dan lebih kompleks pengelolaannya.
3.    Current Value : GPP Accounting GPP dan CVA digabungkan dalam real value system.

C.   IASB terhadap Akuntansi untuk Perubahan Harga dan Inflasi.
Hal pertama yang ditunjukan IASC, atau sekarang disebut IASB mengenai akuntansi inflasi yang muncul pada tahun 1977 di IAS 6, yaitu Respon Akuntansi pada Perubahan Harga. Pada poin tersebut, tidak ada standar definitif baik itu di Amerika Serikat atau di Inggris, dan ada ketidakpastian seperti bagaimana masalah akuntansi inflasi dapat diselesaikan di dua negara tersebut. Standar inflasi yang lebih definitif tidak muncul, hinggá sampai pada tahun 1981 dengan keluarnya IAS 15, yaitu Refleksi Informasi Dampak Perubahan Harga, yang menggantikan IAS 6. Pada saat itu, FASB telah mengeluarkan SFAS 33 mengenai Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga.
Tipe-tipe utama informasi berikut ini merefleksikan dampak-dampak perubahan harga yang direkomendasikan untuk pengungkapan oleh IAS 15 sebagai berikut:
1.    Jumlah penyesuaian untuk atau jumlah penyesuaian penyusutan properti, bangunan, dan peralatan.
2.    Jumlah penyesuaian untuk atau jumlah penyesuaian dari harga pokok penjualan.
3.    Penyesuaian yang berkaitan dengan pos-pos keuangan, dampak peminjaman, atau bunga kepemilikan ketika penyesuaian ini telah dimasukkan ke dalam akun dalam menentukan pendapatan di bawah metode akuntansi yang diadopsi.
4.    Dampak keseluruhan dari hasil atau pendapatan dari penyesuaian sebagaimana pada pos-pos lainnya yang merefleksikan dampak perubahan harga yang dilaporkan di bawah metode akuntansi yang diadopsi.
5.    Ketika metode biaya sekarang diadopsi, biaya sekarang untuk properti, bangunan, dan perlatan serta persediaan.
6.    Metode yang diadopsi untuk menghitung informasi yang disebut dalam pos-pos sebelumnya, termasuk sifat dari indeks yang digunakan. Hal yang membuat IAS 15 penting ialah karena IAS 15 mengenali kebutuhan informasi untuk diungkapkan, mengenai dampak perubahan harga dan inflasi, serta memberikan pedoman khusus yang dapat diikuti oleh berbagai perusahaan untuk memperbaiki kualitas pengungkapan. Fakta bahwa adanya informasi pokok dari satu negara ke negara lainnya bisa berbeda, tentu saja ini menjadi masalah, tetapi profesi akuntansi jelas tidak bisa disesuaikan dengan solusi dunia.

Sumber :
http://dedysuarjaya.blogspot.com/2010/09/akuntansi-internasional-untuk-perubahan_16.html
xa.yimg.com/kq/groups/23373302/.../name/Pertemuan--Perubharga.ppt


Jumat, 04 April 2014

TUGAS KE-4 (PERSAMAAN DAN PERBEDAAN SISTEM AKUNTANSI DARI NEGARA : PERANCIS, JERMAN, REPUBLIK CEKO, BELANDA DAN INGGRIS)


Banyak Negara di kawasan Eropa yang memiliki sistem pengawasan dan dalam pelaporan keungan yang baik, yaitu seperti Jerman, Belanda, Prancis, Republik Ceko, ataupun inggris. Tetapi disetiap Negara pasti memiliki peraturan atau sistemnya masing-masing. Untuk memahami sistem akuntansi di setiap masiing-masing Negara mari kita lihat perbedaan dan persamaannya.
1.    Prancis
Prancis merupakan penyokong utama dunia dalam kesamaan akuntansi nasional. Menteri Ekonomi Nasional menyetujui Plan Comptable General formal yang pertama pada September 1047. Plant Comptable General berisi :
  • Tujuan dan prinsip laporan dan akuntansi keuangan
  • Definisi asset, utang, ekuitas pemeganga saham, pendapatan, dan pengeluaran
  • Aturan-aturan dan valuasi pengakuan
  • Daftar akun, persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku dan lainnya yang telah distandardisasi
  • Contoh laporan keuanangan dan aturan presentasinya
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan atandar di Prancis :
  1. Counseil National de la Comptabilite, atau CNC (Badan Akuntansi Nasional)
  2. Comite de la Reglementation Comptable, atau CRC (KOmite Regulasi Akuntansi)
  3. Autorite des Marches Financiers, atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
  4. Ordre des Experts-Comptable, atau OEC (Institute Akuntan Publik)
  5. Compagnie National des Commissaires aux Comptes, atau CNCC (Institute Nasional Undang-undang Auditor
Laporan Keuangan
Perusahaan di Prancis harus melaporkan hal-hal berikut :
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Catatan atas laporan keuangan
  4. Laporan direktur
  5. Laporan auditor

2.    Jerman
Ragulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang tahun 1998 tentang kendali dan transparansi memperkanalkan persyaratan bagi Menteri Kehakiman untuk mengakui dewan susunan standar nasional untuk memberikan tujuan-tujuan berikut:
  • Mengembangkan rekomendasi untuk penerapan standar akuntansi dalam laporan keuangan gabungan.
  • Menganjurkan Menteri Kehakiman mengenai standar akuntansi yang baru.
  • Mewakili Jerman dalam organisasi akuntansi internasional seperti IASB.
Laporan Keuangan
Undang- undang menetapkan isi dan format laporan keuangan, yang mencakup hal-hal berikut:
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Catatan
  4. Laporan manajemen
  5. Laporan auditor

3.    Republik Ceko
Republik ceko (CR) terletak di eropa tengah dan berbatasan dengan jerman disebelah barat dan barat laut, Austria diselatan, republic Slovakia ditimur dan polandia di utara.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi. 
  • Commercial Code
  • Accountancy Act
  • dan Dekrit Menteri Keuangan
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Harus bersifat komparatif, terdiri atas:
  1. Neraca
  2. Akun keuntungan dan kerugian (laporan laba rugi)
  3. Catatan

4.    Belanda
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Regulasi akuntansi di Belanda tetap bersifat liberal hingga munculnya Act on Annual Financial Statements pada tahun 1970. Undang-undang tersebut merupakan bagian dari program perubahan yang ekstensif dalam legalasi perusahaan dan sebagian diperkenalkan untuk menggambarkan keselarasan undang-undang tahun 1970. Adalah:
  1. Laporan keuangan harus menunjukan gambaran yang jelas dari posisi keuangan dan hasil tahun tersebut, dan semua artikelnya harus dikelompokan dan dijelaskan dengan tepat.
  2. Laporan keuangan harus disusun berdasarkan praktik bsnis yang aman
  3. Dasar-dasar untuk penulisan asset dan utang serta untuk menentukan hasil operasi harus diuangkapkan.
  4. Laporan keuangan harus disusun pada dasar yang konsisten, dan pengaruh material dari perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi harus diuangkapkan dengan tepat
  5. Informasi keuangan untuk perioade terdahulu harus diuangkapkan dalam laporan keuangan dan catatan kaki yang menyetainya.
Laporan Keuangan
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Catatan
  4. Laporan direktur
  5. Informasi lain yang sudah ditentukan

5.    Inggris
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
  1. Pendapatan dan beban disesuaikan dengan dasar akrual
  2. Aset dan Kewajiban individu dalam setiap golongan asset dan kewajiban dihitung secara terpisah
  3. Prinsip konservatisme (kehati-hatian) diterapan, khususnya dalam pengenalan penghasilan yang didapat dan semua kewajiban dan kerugian yang ditemukan.
  4. Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten diharuskan dari tahun ke tahun.
  5. Prinsip perusahaan yang terus berjalan bisa diterapkan untuk entitas yang seang dihitung
Laporan Keuangan
  1. Laporan direktur
  2. Akun laba dan rugi serta neraca
  3. Laporan arus kas
  4. Laporan keseluruhan laba dan rugi
  5. Laporan kebijakan akuntansi
  6. Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan
  7. Laporan auditor
Sumber :
bahrulwasim.files.wordpress.com/2011/06/bab-i-s-d-bab-vi.pptx‎

TUGAS KE-3 (FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN DUNIA AKUNTANSI)


Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Akuntansi Dunia
Salah satu masalah yang Daimler-Benz hadapi adalah bahwa sistem akuntansi di seluruh dunia memiliki berbagai varian. Ini berarti bahwa laporan keuangan di Perancis berbeda untuk ujian laporan keuangan di Amerika Serikat. Pengamat berpendapat bahwa ini adalah masalah kecil, berbasis dalam bentuk bukan substansi. Namun, substansi yang juga berbeda, seperti di Peru, di mana konsolidasi perusahaan terkait tidak diperkenankan, di Swedia, di mana persediaan signif icant write-downs diperbolehkan, dan di Perancis dan Jerman, ketika pajak akuntansi dan buku akuntansi pada dasarnya sama. Keberagaman pendekatan ini menempatkankan MNE dalam posisi yang sulit karena perlu mempersiapkan dan memahami laporan yang dihasilkan sesuai dengan standar akuntansi setempat yang juga menyusun laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku umum menghitung ac (SAK) di dalam negeri untuk umum laporan keuangan konsolidasian.

Tujuan Akuntansi
Akuntansi pada dasarnya adalah proses identifikasi, pencatatan, dan peristiwa ekonomi interpretin, dan maksud dan tujuan harus jelas dinyatakan dalam tujuan th setiap sistem akuntansi. Para Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) di Amerika Serikat menyatakan bahwa laporan keuangan harus memberikan informasi yang berguna dalam: (1) investasi dan kredit keputusan; (2) sebagai assessments prospek arus kas, dan (3) mengevaluasi sumber daya perusahaan mengklaim sumber daya tersebut, dan perubahan mereka. Pengguna diidentifikasi oleh dewan terutama investor dan kreditur, meskipun pengguna lain mungkin dianggap penting. Standar Akuntansi Internasional Committee (IASC), sebuah organisasi penetapan standar multinasional terdiri dari organisasi akuntansi profesional dari lebih 40 negara, termasuk investor dan kreditur sebagai pengguna kritis, juga bernama pemasok, pelanggan, pihak berwenang dan berat, dan banyak lainnya. 

Walaupun pertanyaan telah dibahas secara luas, belum ada kesepakatan pada apakah seragam serangkaian standar akuntansi dan praktik ada untuk semua kelas dari pengguna di seluruh dunia atau bahkan untuk kelas satu pengguna. Untuk memahami prinsip akuntansi yang berbeda dan bagaimana mereka mempengaruhi operasi MNEs 'kita harus meneliti beberapa pasukan mengarah ke pengembangan akunting prinsip-prinsip internasional. Gambar 19.4 menunjukkan faktor-faktor utama. Empat faktor berurusan dengan sifat perusahaan dan informasi pengguna langsung. Keempat bawah merupakan faktor utama lainnya yang mempengaruhi tujuan penghitungan ac, standar, dan praktek. 

Sifat Enterprise Dalam setiap perusahaan ada banyak pengguna informasi, seperti manajer dan karyawan. kuantitas dan kualitas informasi yang diberikan tergantung pada tingkat kecerdasan pengguna pada kompetensi teknis akuntansi. Manajer membutuhkan informasi khusus untuk membantu dalam pengambilan keputusan, dan ini telah menyebabkan perkembangan akuntansi manajerial. Karyawan, terutama di Eropa, memiliki kepentingan dalam perusahaan dan mungkin memiliki dampak terhadap pengungkapan data keuangan karena mereka mencari upah yang lebih baik dan kondisi kerja. 

Pemerintahan adalah salah satu kekuatan paling meresap dalam pengembangan tujuan akuntansi, standar, dan praktek. Pemerintah dapat dibagi menjadi dua kelompok: pengguna dan regulator. Pengguna Jenderal Pajak, komisi perencanaan, dan berbagai instansi yang mengkompilasi statistik untuk penggunaan umum. Regulator, seperti Securities and Exchange Commission di Amerika Serikat, menanggapi kepentingan terbaik dirasakan masyarakat umum. 

Sejauh mana pemerintah terlibat dalam penetapan tujuan, standar, dan praktek tergantung pada interaksi dari semua faktor yang tercantum pada Gambar. 19.4. 19.4. Dimana pemerintah adalah pengguna informasi penting, tidak merasa bahwa profesi akuntansi adalah memenuhi kebutuhan pengguna, dan tidak meramalkan banyak perubahan dalam waktu dekat, mungkin akan mengambil peran lebih aktif dalam mempengaruhi perkembangan akuntansi. 

Lain Eksternal Pengguna pengguna eksternal utama dari informasi lain selain yang disebutkan di atas adalah investor dan kreditur. Investor dapat bekerja sendiri atau melalui lembaga-lembaga dengan cara dana pensiun, reksadana, dan investasi seperti lainnya. Di negara-negara dimana ada pasar modal kecil, kreditur cenderung menjadi sumber penting pembiayaan dan dengan demikian pengaruh yang kuat pada standar akuntansi dan praktek. Lingkungan Lokal Karakteristik Kategori faktor yang mempengaruhi akuntansi mungkin yang luas dan mungkin yang paling penting, termasuk pengaruh beragam seperti sikap budaya dan sifat dan keadaan ekonomi. Keempat faktor yang tercantum pada Gambar. 19.4 tidak berarti lengkap. Meskipun karakteristik yang disebut sebagai "lokal," mereka tidak terlepas dari perekonomian dunia. Tingkat pertumbuhan ekonomi dan inflasi tergantung pada mitra utama negara dagang dan juga pada kondisi ekonomi internal. Pengaruh Internasional pasukan internasional Banyak yang institusional daripada lingkungan telah mempengaruhi prinsip akuntansi di seluruh dunia. Sebuah contoh utama adalah pengaruh kolonial Inggris dan Perancis selama beberapa abad terakhir. Masing-masing negara membawa bisnis mereka dan filosofi akuntansi untuk koloni mereka dan sistem serupa dilembagakan. Amerika Serikat juga cenderung untuk melakukan hal ini sebagai pengaruh ekonomi telah menyebar melalui investasi asing langsung. 

Profesi Akuntansi Sebagaimana telah dilakukan di negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Belanda, profesi akuntansi sendiri dapat mempengaruhi perkembangan prinsip akuntansi. Tiga aspek profesi penting: (1) sifat dan luasnya, (2) adanya asosiasi profesional, dan (3) fungsi audit. Di beberapa negara, profesi ini relatif berkembang dan memiliki pengaruh yang kecil terhadap akuntansi. Di Amerika Serikat dan Inggris, bagaimanapun, profesi ini cukup besar dan berkembang dengan baik, dan memiliki pengaruh yang kuat pada pengembangan standar akuntansi dan praktek. Keberadaan asosiasi, seperti American Institute of CPA, adalah penting, karena kelompok ini sering dapat menjadi kekuatan untuk perubahan. Akhirnya, profesi yang kuat sering hasil dalam fungsi audit yang kuat. Auditor eksternal yang independen diperlukan untuk memverifikasi bahwa laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan bahwa mereka mewakili posisi keuangan sebenarnya dari perusahaan. Pengaruh Akademik Infrastruktur akademik mengacu pada kualitas pendidikan akuntansi yang ditawarkan serta aksesibilitas pendidikan ini. Salah satu masalah khas di negara-negara berkembang adalah kekurangan guru berkualitas di bidang akuntansi. Sejak instruksi dalam akuntansi tidak dianggap sebagai profesi full-time dan umumnya tidak dilakukan pada tingkat yang sangat tinggi, penelitian akademik kecil yang bisa memperkenalkan perubahan dalam praktik akuntansi dilakukan.

Sumber :